Rabu, 08 Maret 2017

Tim Saber Pungli Kab. Rembang mendapatkan bantuan dana

19.12 - No comments
Namun tim lama menyapu rampasan (Saber pungutan) Apex mendapat dana gelontoran cukup fantastis. Tanpa diduga, tim yang dibentuk untuk menyelidiki dan membasmi mereka pengutil uang rakyat mendapat hingga Rp 1,1 miliar.Dana yang dianggarkan dalam APBD (APBD) 2017 jumlah Apex dapat ditingkatkan. Selain ini, menurut penelitian yang akan dituangkan pada amandemen anggaran, di pertengahan tahun depan.Hanya, untuk memiliki dan manajer dana melalui Inspektorat Mereka Kiri pengguna anggaran Rembang.Secara matematis, dana cukup besar. Wakapolres Apex dan eksekutif tim saber kejang Apex, Komisaris Pranandya Subyakto bahkan mengaku cukup banyak dana. Peran pemerintah daerah, yang siap untuk kinerja yang optimal.Selain itu, saat ini tim sedang mengincar Saber pembajakan tiga dugaan target rampasan. Namun, sejauh ini masih menyelidiki dan mengumpulkan bukti. Ketika selesai, ia menegaskan bahwa ia akan mengambil tindakan.tampaknya menjadi tanda peringatan untuk pungutan tim saber Rembang tidak malas. Selain itu, sejauh ini, setidaknya ada 60 personel dari berbagai instansi yang tidak mungkin menyapu tim bersih.Beberapa orang dari Kejaksaan Negeri, Kepolisian, Militer, dan beberapa instansi pemerintah. Sejak awal konsolidasi, mereka bersumpah untuk melakukan semua pekerjaan. Salah satu dari mereka bertindak tanpa pandang bulu.Di sisi lain, dana operasional untuk komitmen $ 1,1 milyar peserta untuk melindungi mereka dari unsur-unsur yang tidak bertanggung jawab. Selain itu, uang dalam anggaran berasal dari uang rakyat. Trail kerja melalui pembayaran retribusi, pajak, denda, dan lain-lain. Karena itu, semboyan dari rakyat, untuk rakyat, dan oleh rakyat harus dijunjung tinggi.

Selasa, 07 Maret 2017

Latihan Tembak Senapan Kodim Triwulan I 2017

19.39 - No comments
Dandim 0718 Pati dihadiri Dandim infanteri Letnan Kolonel Andrew Amijaya Kusuma Selasa pagi (7/3) latihan menembak (latbak) di lapangan tembak Banyu Uribe Village polisi lingkungan sub-stasiun Margorejo Kabupaten Pati . senjata Latbak Kodim 0718 / Pt kuartal - untuk tahun fiskal 2017, diikuti oleh anggota Kodim 0718 / diikuti pati dari 160 karyawan dan 30 anggota dari nomor 190 anggota.Dandim 0718 juga didampingi pejabat dari jajaran staf inspeksi KODIM 0718 sebelum menembak latihan dilakukan sementara koordinator pelatihan menyediakan bahan-bahan dan praktek teknis menembak.Sebanyak 190 anggota yang mengikuti praktek menembak KODIM 0718 / Pt kuartal - 2017 TA dan pada gilirannya dibagi menjadi 13 gelombang dengan masing-masing gelombang 10 anggota adalah gelombang berikutnya beban pertama api dengan 25 meter sikap berbaring dan berlanjut sampai gelombang terakhir dengan menggunakan M16-A1.Selain menargetkan kisaran praktek peluncuran 25 M pelatihan staf dan juga jangan koreksi meluncurkan senapan seri dua posisi berbaring lima tembakan di 100 meter, diikuti dengan menembak tepat / evaluasi dalam 100 meter 10 putaran posisi rentan terhadap penggunaan L melalui mulut - yang gelombang pertama dimulai bahkan gelombang terakhir,

Kamis, 24 Maret 2016

Sosialisasi Merawat Lingkungan Pada Anak-anak di Simpang 7 Kudus

22.02 - No comments
        
            Selain memantau pengunjung Alun-alun Kudus, Satpol PP juga melakukan pembinaan kepada para remaja untuk turut menjaga sarana di Simpang 7 Kudus. Diharapkan, mereka bisa menjadi contoh warga yang lain untuk merawat dan menjaga fasilitas di area tersebut.

            Petugas piket jaga Taman Simpang 7 Kudus dari Satpol PP Jumadi mengatakan, pihaknya juga melakukan pembinaan dan membimbing para remaja supaya tidak merusak fasilitas dan tidak melakukan hal negatif atau kenakalan remaja.

            ”Kami juga mengimbau, agar tidak berfoto selfie di atas taman dengan menginjak tanaman atau menaiki bangunan taman,” tuturnya.

            Dia menambahkan, sejauh ini para pengunjung dapat teratur dan dibimbing dengan baik. Diharapkan, hal itu bisa menjadi kebiasaan warga Kudus untuk mencintai dan merawat lingkungannya.

Rabu, 23 September 2015

Hari Jadi Kudus ke 466

21.31 - No comments

infomuria-Di usia Kudus yang ke-466, tentu saja telah banyak menorehkan prestasi membanggakan. Pelaksanaan pembangunan beberapa tahun terakhir ini telah banyak menghasilkan karya nyata di semua bidang. Tiada lain ini berkat iklim yang kondusif dan ikatan yang harmonis dalam bermitra membangun Kudus yang Semakin Sejahtera.

Demikian disampaikan Bupati Kudus H. Musthofa dalam amanatnya yang disampaikan dalam upacara Peringatan Hari Jadi Kabupaten Kudus Ke-466 di alun-alun simpang tujuh, Rabu (23/9). Upacara ini dirangkai dengan penyerahan berbagai hadiah lomba dan digelar dua belas jam seusai diselenggarakannya kenduri seribu tumpeng yang dihadiri ribuan warga Kudus.

Tema yang diangkat oleh Pemkab dalam peringatan tahun ini adalah “Dengan Hari Jadi Kudus ke-466 tahun 2015 Kita Wujudkan Kudus yang Kreatif, Inovatif, Berbudaya, dan Semakin Sejahtera.”  Kreativitas dan inovasi menjadi modal penting bagi tumbuhnya ekonomi. Yang tentunya penting kontribusinya bagi pertumbuhan ekonomi dan daya saing industri di kudus.

”Kita harus menghargai dan menghormati kebudayaan yang kita miliki yang berbasis pada akar-akar tradisi dan nilai-nilai kearifan lokal masyarakat Kudus,” kata bupati.

Ditambahkannya, filosofi “Gusjigang”  yakni bagus, pinter ngaji dan dagang haruslah menjadi semangat untuk terus membangun kudus menuju masyarakat yang semakin sejahtera. Filosofi ini hendaknya tidak dimaknai secara sempit karena sesungguhnya filosofi ini merupakan gambaran perform, tingkat intelektual dan sikap profesional yang harus dimiliki masyarakat Kudus.

”Alhamdulillah dilandasi semangat tersebut, kami dapat merealisasikan apa yang menjadi visi misi kami yaitu menjadikan masyarakat kudus yang semakin sejahtera,” tegasnya.

Angka pertumbuhan ekonomi selalu meningkat dari tahun ke tahun menunjukkan peningkatan kesejahteraan secara umum masyarakat Kudus. Keberhasilan ini membutuhkan niat baik, komitmen kuat dan perjuangan yang terus berlanjut, utamanya untuk terus mengutamakan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi maupun golongan.

Di akhir amanatnya, bupati selalu terbuka menerima saran dan masukan dari berbagai pihak. Ini demi evaluasi berbagai perogram dan kegiatan yang telah dilaksanakan namun hasilnya harus bisa lebih baik di tahun-tahun mendatang. Karena Kudus ini milik bersama yang harus dibangun bersama seluruh masyarakat Kudus tidak terkecuali.

Senin, 13 Juli 2015

Siang Ini Pansel Capim KPK Umumkan Kandidat yang Lolos Tahap II

19.04 - No comments


Jakarta - Siang ini, Panitia Seleksi (Pansel) calon Pimpinan KPK akan mengumumkan kandidat yang lolos pada seleksi tahap II. Calon yang akan diumumkan adalah orang-orang yang telah lolos seleksi pembuatan makalah.

"Hari ini diumumkan, pukul 14.00 WIB. Nama-nama yang lolos ini akan mengikuti proses selanjutnya, yaitu assessment pada tanggal 27-28 Juli 2015 mendatang," ujar Jubir Pansel KPK Betti Alisjahbana, Selasa (14/7/2015).

Betty menjelaskan, para peserta yang lolos tahap kedua kemudian akan mengikuti tahapan selanjutnya, yakni assesment. Setelah itu, para kandidat akan melalui proses daftar pendek dam dilanjutkan dengan tes kesehatan dan diakhiri tes wawancara pada 24-27 Agustus.

"Setelah proses semua rampung, tanggal 31 Agustus Pansel akan melaporkan kepada Presiden," jelas Betty.

Seperti diketahui, sebanyak 189 peserta telah mengikuti tes pembuatan makalah dan tes tertulis. Namun sayangnya, saat tes tertulis itu diketahui beberapa kandidat berbuat curang, yakni mencontek. Pansel pun langsung mencoret para kandidat yang ketahuan berbuat curang itu.

Antrian panjang di gerbang tol Palimanan

12.17 - No comments


Jakarta - Kepadatan kendaraan jelang puncak arus mudik dari Jakarta mulai terlihat. Antrian panjang pun terlihat di gerbang tol Palimanan.

"Antriannya sudah 2 km," kata petugas Jasa Marga Traffic Center Rafli saat dihubungi, Selasa (14/7/2015) pukul 14.00 WIB.

Kemacetan terjadi untuk kendaraan dari arah Jakarta yang hendak menuju Palimanan, Jawa Barat. Sementara itu arah sebaliknya justru lancar.

Kemacetan ini dimulai sejak pukul 00.30 WIB dan masih berlangsung hingga saat ini. Untuk mengurai kemacetan, pihak Jasa Marga sudah memaksimalkan pengoperasian seluruh gardu gerbang tol.

Sementara itu lalu lintas di gerbang Cikopo masih terpantau lancar. Antrian kendaraan memang terjadi jelang gerbang tol namun hanya sepanjang 500 meter.

Minggu, 05 Juli 2015

Jangan Samakan RI dengan Yunani

22.16 - No comments
Yunani resmi menjadi negara maju pertama yang bangrut akibat gagal bayar utang 1,54 miliar euro (Rp 22 triliun) ke International Monetary Fund (IMF). Apakah Indonesia akan bernasib sama seperti Yunani?


http://images.detik.com/content/2015/07/06/4/yunans.jpgSebelum pertanyaan itu dijawab, lebih baik kita bandingkan dulu situasi antara Indonesia dan Yunani. Memang Indonesia sedang mengalami perlambatan pertumbuhan ekonomi dalam enam bulan terakhir ini.

Meski melambat, tapi ekonomi Indonesia masih tumbuh. Dalam enam tahun terakhir ekonomi Indonesia juga masih tumbuh, beda dengan Yunani yang minus 26%

"Rating kita (Indonesia) juga hampir masuk investment grade. Dari tiga lembaga rating hanya tinggal satu saja yang belum (memberi rating investment grade)," ujar Analis Teknikal Senior dan Vice President PT Samuel Sekuritas Indonesia, M Alfatih kepada detikFinance, Senin (6/7/2015).

Selain itu, dari sisi utang hingga Mei 2015 jumlah utang Negeri Dewa-Dewi itu sebesar 360 miliar euro atau sekitar Rp 4.680 triliun (kurs Rp 13.000).

Rasio utang pemerintah Yunani terhadap PDB negaranya adalah 155,3% alias masih tekor sampai mei 2015 kemarin. Beda dengan Indonesia yang utangnya Rp 2.845 triliun dengan rasio yang rendah hanya 24,7% dari PDB.

Dengan jumlah penduduk Indonesia sebanyak 250 juta jiwa maka satu orang Indonesia menanggung utang sekitar Rp 11,4 juta. Sementara Yunani yang jumlah penduduknya sekitar 12 juta maka tiap satu warga menanggung utang Rp 390 juta

Rabu, 03 Juni 2015

Pernikahan Gibran-Selvi Tak Libatkan Negara

09.29 - No comments


Solo, infomuria - Juru bicara pihak keluarga Presiden Joko Widodo, Anggit Noegroho mengatakan, pernikahan putra sulung Jokowi, Gibran Rakabuming Raka dengan Selvi Ananda di Gedung Graha Saba Buana Solo pada Rabu (11/6) tidak melibatkan negara.


"Pernikahan Gibran-Selvi tidak ada keterlibatan negara (Istana)," kata Anggit Noegroho di Solo, Rabu.

Bahkan, Anggit Noegroho menegaskan, sama sekali tidak ada keterlibatan pejabat negara dalam kepanitiaan pernikahan Gibran-Selvi, baik dari Sekretariat Negara Republik Indonesia, Sekretariat Kabinet maupun Kantor Staf Kepresidenan
Menurut Anggit Noegroho, memang ada beberapa kali pertemuan pihak Istana dengan otoritas wilayah, seperti Komandan Korem, Kapolresta dan Wali Kota Surakarta dan otoritas bandara setempat.

Namun, kata dia, hal tersebut dalam konteks membantu otoritas wilayah prosedur pengamanan dan protokoler untuk tamu-tamu VIP hingga VVIP yang akan hadir pada acara pernikahan Gibran-Selvi.

Ia menjelaskan, Presiden Jokowi juga telah mengingatkan untuk tidak melibatkan satupun pejabat negara dalam kepanitiaan pernikahan Gibran-Selvi. Apalagi pada acara ini, pihak yang mempunyai hajatan adalah keluarga Selvi.

Selain itu, kedua calon mempelai juga telah menunjuk "wedding organizer" untuk mengurusi segala sesuatu yang berkaitan dengan pernikahannya.

Quirinto, selaku koordinator media center pernikahan Gibran-Selvi mengatakan, sebagian undangan sudah didistribusikan.

"Saya sudah dapat informasi dari panitia, undangan sudah didistribusikan sejak Senin (1/6) hingga sekarang. Kami berharap undangan paling lambat Sabtu (6/6) sudah didistribusikan seluruhnya," kata Quirinto.

Wali Kota Surakarta FX Hadi Rudyatmo salah satu panitia pernikahan Griban-Selvi, menegaskan, pernikahan putra sulung Jokowi tersebut tidak menggunakan anggaran dana dari Pemerintah.

"Kami tegaskan seperti penyediaan ratusan baju lurik bagi sopir becak yang akan mengantar tamu, juga bukan dari pemerintah, melainkan dari dana pribadi," kata Rudyatmo menegaskan.

Menurut Rudyatmo, pernikahan Gibran-Selvi selain mengundang masyarakat Kota Solo dan pejabat negara, juga para relawan Jokowi-Jk.

Rudyatmo berharap kehadiran para relawan tersebut tidak mendirikan tenda-tenda di kawasan Kota Solo. Kedatangan relawan itu juga tidak difasilitasi oleh pemerintah.

Kader Siaga Trantib Kini Resmi Sebagai Mitra Kerja Pemkab Kudus

09.23 - No comments


Kudus-infomuria,Kader Siaga Trantib ( KST ) kini resmi sebagai mitra kerja dari pemerintah kabupaten ( pemkab ) setelah diterbitkannya Surat Keputusan oleh Bupati Kudus H. Musthofa. Kader KST yang berjumlah 1.088 orang yang tersebar di seluruh desa dan kelurahan se kabupaten Kudus diharapkan dapat segera bekerja dan menjalankan tugasnya dengan baik.
Untuk kali kedua mereka memperoleh arahan dan pembinaan dari orang nomor satu di kota kretek agar lebih mantap dalam menjalankan amanah tersebut. Pembinaan berlangsung Rabu ( 3 / 6 ) yang  terbagi di tiga lokasi yakni di balaidesa Burikan yang merupakan rayon I  meliputi tiga kecamatan, Kota, Jati dan Unda’an. Rayon II yang meliputi Kecamatan Jekulo, kecamatan Mejobo dan kecamatan Dawe bertempat di balaidesa Hadipolo serta rayon III meliputi tiga kecamatan Gebog Bae dan Kaliwungu berlangsung di balaidesa Besito Gebog.
Sebelumnya para peserta menerima ID Card KST yang secara simbolis diterima tiga orang mewakili masing-masing kecamatan. Hadir dalam kesempatan itu, ketua DPRD Mas’an, Asisten Pemerintahan Agus Budi Satriyo, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Abdul Halil selaku penyelenggara, Kabag Pemdes, Kepala Kesbangpol, Plt.  Kepala Badan Pelayanan Perijinan Terpadu, Muspika masing-masing kecamatan, serta para Kepala Desa dan lurah.
Dalam arahannya Musthofa menyatakan, tujuan dari dibentuknya Kader Siaga Ketentraman dan Ketertiban ini adalah sebagai relawan pemerintah Kabupaten ditingkat desa. Kami menjadikan kader ini sebagai mitra yang sejajar dari pemerintah dalam rangka membantu menciptakan ketentraman dan ketertiban di wilayah masing-masing. Selain trantib,  adanya KST kedepan diharapkan dapat tercipta rasa nyaman,  memberikan perlindungan serta membantu terwujudnya kedamaian di desa. Lebih tepatnya sebagai fasilitator dan penyambung lidah warga di desa. Jelas Musthofa.
Segala macam gangguan baik fisik maupun psikis seperti gangguan sosial,  hingga bencana alam KST diminta tanggap dan melakukan tindakan tentunya bekerjasama dengan aparat keamanan baik dari kepolisian maupun TNI. Koordinasikan terus setiap permasalahan yang ada secara bersama-sama kepala desa dan juga camat.
Tugas penting lainnya yang harus diemban KST adalah membantu pemkab dalam upaya penegakan peraturan daerah ( perda ) utamanya optimalisasi pendapatan asli daerah tertutama dari sektor perijinan seperti Ijin Mendirikan Bangunan      ( IMB ) maupun ijin gangguan ( HO ). Musthofa menyebut realita di lapangan utamanya ditingkat desa banyak berdiri bangunan yang belum mengantongi ijin. Keberadaan KST bisa mengingatkan dan memberi teguran kepada warga yang akan mendirikan bangunan dan diarahkan untuk mengurusnya ke Badan PTT.  Karena itu KST hendaknya dapat menjadi tauladan bagi warga lainnya.
 “Dengan terbentuknya KST ini dimaksudkan mereka dapat menjadi kepanjangan tangan pemkab ( bupati ) untuk melayani masyarakat serta sebagai ujung tombak dari pemkab dalam rangka penegakan Pertaturan Daerah, pungkasnya “
Setelah keberadaan KST secara legitimasi sah maka bupati berharap secepatnya dapat dibentuk komandan batalyon ( danyon ) disetiap rayon, komandan Kompi ( Danki ) bahkan komandan regu ( Danru ). Ini dimaksudkan agar mudah dalam koordinasi  dengan satpol PP dan bupati. Kedepan selain akan memperoleh insentif dari pemkab, mereka juga akan diseragami yang semuanya akan dianggarkan dalam APBD Kudus tahun ini.

Sabtu, 09 Mei 2015

Pasar Johar Semarang Terbakar

23.26 - No comments


Semarang,infomuria - Pasar induk Johar Semarang terbakar malam tadi. Ratusan pedagang yang panik berusaha menyelamatkan barang mereka, sementara petugas Pemadam Kebakaran Kota Semarang berusaha menjinakkan api yang menjalar.

Dari informasi yang diperoleh, kebakaran terjadi sekira pukul 20.00 WIB dari lantai atau kios pakaian. Saat itu pasar sepi karena sudah malam. Api pun cepat menjalar ke kios-kios di sebelahnya.

Salah satu pedagang, Teguh mengatakan saat ia datang api sudah membesar, sedangkan kios pakaian milik saudaranya sudah hangus terbakar.

"Saya dikabari, saya datang api sudah besar. Kios saudara saya kios pakaian, di atasnya ada kios buku," kata Teguh di depan Pasar Johar, Semarang, Sabtu (9/5/2015).

Hal senada diungkapkan oleh Tara, kios kacamata milik keluarganya hangus dilalap si jago merah. Kini ia hanya bisa melihat kobaran api yang melahap pasar bersejarah itu.

"Tempat saya ikut kena," ujarnya.

Saat ini belasan mobil pemadam kebakaran sudah berada di lokasi dan berusaha memadamkan api. Sementara itu pedagang yang kiosnya belum terbakar berusaha mengeluarkan barang dagangan mereka. Belum diketahui apa penyebab dari kebakaran tersebut.

Penanganan Kasus Dugaan Tindak Pidana Korupsi

23.24 - No comments
 
Rembang, infomuria. - Gencarnya penanganan kasus dugaan tindak pidana korupsi sejumlah proyek di lingkup Dinas Pekerjaan Umum (DPU) oleh Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah dan Kejaksaan Negeri Rembang, disambut baik oleh Pemerintah Kabupaten Rembang.
Hamzah Fathoni, selaku Sekretaris Daerah Kabupaten Rembang menegaskan, Pemerintah Kabupaten Rembang menghormati proses hukum yang sedang berjalan dan selalu kooperatif terhadap upaya penegakan hukum, khususnya pada proses penyelidikan sejumlah kasus sedang berjalan.

“Terhadap para pejabat atau PNS yang saat ini dalam proses hukum, maka langkah-langkah yang harus ditempuh oleh Pemerintah Kabupaten Rembang yaitu, pertama kepada yang bersangkutan akan diberikan hak atas pegawaian sesuai peraturan dan ketentuan perundangan,” tandas dia.

Menurut Hamzah, hak itu berkenaan dengan permohonan pemberhentian dengan hormat atas permintaan sendiri (pensiun dini, red), jelasnya di aula pertemuan Sekda Rembang, Kamis pagi (7/5) dihadapan sejumlah awak media Rembang.
Lanjut dia, kedua, bahwa berdasarkan ketentuan undang-undang No 5 Tahun 2014 pasal 92 ayat 1 huruf  d, bahwa pemerintah wajib memberikan perlindungan dan bantuan hukum kepada para PNS yang melaksanakan tugas pokok dan fungsinya terutama dalam rangka menghormati dan menjunjung asaz praduga tak bersalah.
“Bagi pejabat atau PNS yang secara objektif ini tidak lagi dapat melaksanakan tupoksinya, maka pemkab akan segera menunjuk pelaksana tugas  atau  pelaksana  harian tentu   dengan  ketentuan  yang  berlaku”, imbuhnya.

Pelaksanaan APBD Tahun 2015 
Dalam rangka pelaksanaan APBD tahun 2015 komitmen secara prinsip akan diberikan Pemerintah Kabupaten Rembang pada tahapan pelaksanaan APBD tahun 2015, dimana akan melakukan tahapan pelaksanaan dalam rangka melaksanakan APBD. Baik itu dalam kelompok belanja tidak langsung maupun belanja langsung.
“Kepada Kepala SKPD harus segera mengambil langkah untuk dilakukan segera penjadwalan kembali berkenaan dengan surat kepala NKPP nomor 1 tahun 2015”, jelasnya.

Karena adanya berbagai masalah ini tentu SKPD harus memastikan pejabat pengadaan, apakah itu BPK, proses penggunaan anggaran, pejabat pengadaan yang lain. Kemudian menyiapkan dokumen-dokumen pengadaan sesuai dengan ketentuan.
“Dalam rangka melaksanakan fungsi pencegahan maka pemerintah Kabupaten Rembang akan bekerja sama dengan aparat penegak hukum untuk memberikan legal asistensi dengan tujuan agar seluruh proses pengadaan barang dan jasa dapat berjalan sesuai dengan ketentuan yang berlaku’, harapnya.

Khusus pengadaan yang ada di DPU kami sudah empat kali melaksanakan koordinasi dengan para pejabat dan beberapa staf. Sekarang di DPU sedang dilakukan validasi baik administrasi, teknis, dan semua rencana dokumen pengadaan yang menjadi kewenangan DPU.
“Kebijakan yang kita ambil dalam rangka menjamin kualitas hasil pekerjaan, maka DPU akan menggunakan lembaga uji mutu yang sudah terakreditasi, misalnya laboratorium milik kementerian PU dan atau laboratorium pendidikan tinggi,” katanya.

Dirinya berharap, kebijakan ini akan kami teruskan kepada seluruh SKPD, agar seluruh hasil pekerjaan di tahun 2015 ini betul-betul memenuhi kualitas standar mutu yang dapat dipertanggung jawabkan.

Jumat, 17 April 2015

Persiku Kudus menang 4-1 Atas Tamunya Persikama Kabupaten Magelang

06.21 - No comments


info muria-Kudus,Tim Persiku Kudus, menang 4-1 saat menjamu Persikama Kabupaten Magelang pada pertandingan lanjutan Kompetisi Liga Nusantara di Stadion Wergu Wetan, Kudus, Jumat (17/4).

Sejak kick off babak pertama, tim tuan rumah tampil menyerang untuk menciptakan gol.

Jual beli serangan berjalan selama 30 menit, kedua kesebelasan belum juga mampu mencetak gol.

Menjelang babak pertama berakhir, Sugeng Wahyudi berhasil memecah kebentuan setelah mencetak gol ke gawang Persikama yang dijaga kiper Fajar Arief, skor 1-0 untuk keunggulan tim tuan rumah.

Usai turun minum, tim asuhan Riono Asnan kembali menambah keunggulan menjadi 2-0 pada menit ke-48 lewat Doni yang berhasil mencatatkan namanya di papan skor.

Unggul 2-0, membuat pemain tuan rumah semakin meningkatkan tempo serangan.

Selang tujuh menit, kiper Persikama Fajar Arief M kembali memungut bola dari gawang setelah Sugeng Wahyudi kembali mencetak gol untuk membuat Persiku memimpin 3-0.

Tim tamu akhirnya berhasil memperkecil ketertinggalan menjadi 3-1 setelah mendapatkan hadiah tendangan 12 pas.

Rino viantoro yang dipercaya menjadi eksekutor tendangan berhasil melaksanakan tugasnya dengan baik setelah bola yang ditendang gagal diantisipasi kiper Persiku Dedy Hariyanto.

Pemain lawan mencoba melakukan variasi serangan untuk menambah koleksi gol, namun serangan yang dibangun tim yang diarsiteki Tommy Parsep itu berulang kali gagal menembus ketatnya pertahanan Persiku.

Tekanan yang dilancarkan tim tuan rumah di menit-menit akhir babak kedua, membuahkan hasil setelah wasit Dicky Aji asal Tegal menunjuk titik putih menyusul pelanggaran pemain belakang lawan terhadap pemain Persiku.

Striker gaek Persiku, Agus Santiko yang dipercaya mengeksekusi tendangan berhasil menjebol jala Fajar Arief, skor 4-1 untuk keunggulan Persiku.

Hingga wasit meniup peluit tanda pertandingan berakhir, kedudukan masih tetap 4-1 untuk keunggulan Persiku Kudus.

Pada laga tersebut, wasit mengeluarkan dua kartu kuning, untuk pemain dari kedua kesebelasan.

Pelatih Persikama Magelang Tommy Parsep mengakui, anak asuhnya memang terlihat kurang percaya diri dalam menghadapi pemain Persiku sehingga sering kali melakukan kesalahan sendiri.

Tim lawan, kata dia, bermain cukup solid sehingga anak asuhnya yang merupakan pemain lokal kesulitan mengimbanginya.

Sementara itu, Pelatih Persiku Kudus Riono Asnan mengaku bersyukur bisa memetik poin tiga di kandang karena sejak awal menargetkan bisa memetik poin tiga di kandang.

Kemenangan yang diraih, kata dia, masih menyisakan catatan, khususnya di lini belakang yang sering kali terlihat kurang disiplin ketika konsentrasi menyerang.

Ketua Komisi C DPRD Kudus bersama Kepala Dishub Pertanyakan Amdal RS.Aisyah Kudus

06.07 - No comments


info muria,-Kudus,Ketua Komisi C DPRD Kudus bersama Kepala Dinas Perhubungan Pertanyakan Amdal RS.Aisyah Kudus
Kudus 17/04,Kunjungan anggota DPRD bersama Ketua Komisi C Agus Immakudin dan Kepala Dinas Perhubungan Didik Sugiarto ke Rumas Sakit Aisyah Jumat Pagi.
Kunjungan yang diterima Kepala Bagian Umum Rs Aisyah Subkhan berserta staff diruang meeting lantai 2.
Beberapa hal yang dibahas diantaranya menyangkut Amdal Lalin yang belum diajukan serta 3 hal yang menjadi perhatian :
1.Limbah Domestik pelayanan kesehatan sebagai limbah Medis IPLC yang dimiliki untuk segera diurus perijinannya serta pengujian limbah cair tiap 3 bulan yang sudah dilakukan disampaikan ke LH agar diketahui berdasarkan baku mutu.
2.Limbah B3 medis saat ini telah bekerjasama dengan pihak ke tiga dari Semarang.
3.Limbah rumahtangga yang segera dikordinasikan ke Cipkataru.
Kepala Dinas Perhubungan Didik Sugiharto berharap untuk bisa segera mencarikan solusi parkir agar tidak menyebabkan kemacetan karena lokasi yang terletak di pertigaan.
" Bagaimana jika tempat parkir berada di lantai atas jika Rumah Sakit Aisyah akan dibangun 5 lantai sehingga persoalan parkir bisa terselesaikan." Paparnya.
Ditambahkan Ketua Komisi C DPRD Kudus Agus Imakudin persoalan parkir di depan sebaiknya diisi mobil Ambulance dan mobil Dokter agar lebih tertata.
Usai kunjungan di luar gedung Kepala Bagian Umum Rs.Aisyah Subkhan menjelaskan,pihaknya akan segera membenahi.
" Untuk Target kami belum bisa mentargetkan karena proses ini berhubungan dengan dana yang dimiliki sehingga akan dilaksanakan bertahap." Pungkasnya.

Kamis, 16 April 2015

Kick-Off Divisi Utama tanggal 26 April 2015

23.07 - No comments
info muria,LIGA Indonesia menggelar pertemuan dengan seluruh tim peserta Divisi Utama 2015 di Hotel Grand Cempaka, Jakarta, Sabtu (28/3). Dalam pertemuan itu, 59 tim dalam tahap finalisasi mengikuti kompetisi kasta kedua kompetisi sepak bola Indonesia.
Sebanyak 59 tim ini akan dibagi ke dalam enam grup, berdasarkan zona dan wilayahnya. Format kompetisi masih seperti tahun lalu, yakni dari babak penyisihan grup, lalu dua tim tiap grup lolos ke babak 12 besar. Selanjutnya menuju babak semifinal dan final.
CEO LIGA Indonesia, Joko Driyono, mengatakan bahwa kepastian soal peserta Divisi Utama akan diketahui sekitar minggu kedua bulan April. Dia pun melihat semua klub memiliki spirit yang sama agar kompetisi DU 2015 akan ditunjukan ke kompetisi yang lebih layak.
“Tanggal 15 April maksimalnya kami akan tahu berapa pastinya jumlah tim. Lalu, tanggal 20 April kita menggelar manajer meeting dan kick-off DU tanggal 26 April 2015,” kata Joko usai pertemuan.
Pria yang juga Sekjen PSSI ini menambahkan bahwa di Grup 6 memang terdapat kombinasi klub-klub dari Kalimantan, Sulawesi, dan Papua. “Grup ini akan menggunakan sistem tidak penuh kandang dan tandang. Yang terpenting setiap tim di grup ini bertemu dua kali. Semata-mata ini karena pertimbangan efisiesi, agar keuangan tim seimbang,” jelas Joko.
Joko juga mengaku untuk grup lain tidak ada masalah yang terlalu signifikan. “Dalam penentuan Grup paling sulit di Grup 1 dan 6. Untuk Grup 1 meski cuma sembilan tim dan berada di satu pulau (Sumatera), namun jarak mereka berjauhan,” urai sosok asal Ngawi ini.
Inilah pembagian Grup Divisi Utama 2015:
Grup 1: Persiraja Banda Aceh, PSBL Langsa, PSMS Medan, Pro Duta FC, PS Bintang Jaya, PSPS Pekanbaru, Persih Tembilahan, PS Bengkulu, PS Bangka
Grup 2: Cilegon United FC, Perserang Serang, Persita Tangerang, Villa 2000, Persikabo Bogor, Persika Karawang, Persikad Purwakarta, Persires Rengat, PSGC Ciamis, PSCS Cilacap
Grup 3: Persibangga Purbalingga, Persibas Banyumas, Persibat Batang, Persip Pekalongan, PSIS Semarang, Persijap Jepara, Persipur Purwodadi, PSIR Rembang, Persis Solo, PPSM Sakti Magelang
Grup 4: Persiba Bantul, PSIM Yogyakarta, PSS Sleman, Persinga Ngawi, Persatu Tuban, Madiun Putra FC, Persik Kediri, PSBI Blitar, PS Mojokerto Putra, Persepam MU
Grup 5: PSBK Blitar, Laga FC, Persida Sidoarjo, Perssu MU, Persekam Metro FC, Persekap Kota Pasuruan, Persebo Bondowoso, Persewangi Banyuwangi, PS Badung, PS Sumbawa Barat
Grup 6: Persipon Pontianak, Kalteng Putra FC, Martapura FC, Persbul Buol, Persigo Gorontalo, Yahukimo FC, Persigubin Gunung Bintang, Persiwa Wamena, PSBS Biak, Persifa Fakfak

SUMBER : KOMPAS

Kini RSU Blora Telah Mempunyai Alat Cuci Darah

10.11 - No comments
 
Ilustrator

info muria - Blora – Bupati Blora, Djoko Nugroho, kemarin menyatakan lega, menyusul cita-citanya agar RSU Blora mempunyai alat cuci darah  kesampaian. Lounching peralatan yang berharga mililaran rupiah itu dilakukan Minggu (29/3) bersamaan dengan peringatan HUT RSU setempat yang ke -65. ”Satu lagi kebahagiaan saya tercapai, yakni kini RSU Blora sudah mempunyai alat cuci darah. ” tandasnya.
Di acara lounching itu, Bupati Kokok, panggilan akrab Bupati Blora, mengemukakan, dengan adanya alat cuci darah di RSU Blora itu diharapkan bisa membantu warga Blora yang membutuhkan perawatan diman harus cuci darah. Seperti diketahui, selama ini warga Blora dan sekitarnya untuk melakukan cuci darah harus ke luar kota, seperti ke Semarang.
Satu Unit
Sementara itu, Edy Widayat selaku Ketua Panitia HUT RSU mengemukakan, untuk alat cuci darah di RSU Blora sementara baru bisa operasional 1 unit dengan 1 tempat tidur. Namun demikian, di akhir bulan April nanti sudah ada 5 unit dengan 5 tempat tidur.
Dikemukakan pula, di tahun ini, RSU Blora akan mengupayakan peralatan medis modern, yakni alat city scan. ”Kami akan berupaya keras di tahun ini alat canggih itu sudah ada,” tandas Edy Widayat.

Alokasi Dana Desa APBN 2015, Kebumen Tertinggi, Kudus Terendah

10.07 - No comments

info muria - Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan RI telah merilis alokasi dana desa yang akan diberikan pada masing-masing kabupaten di Indonesia. Sementara di Jateng, dari 29 kabupaten penerima, ada lima daerah yang menerima di atas seratus miliar.
Pengalokasian dana desa ini disesuaikan dengan sejumlah variabel. Yakni jumlah penduduk 30 persen, luas wilayah 20 persen dan angka kemiskinan 50 persen. Pertimbangan lainnya adalah tingkat kesulitan geografis.
Lima wilayah tersebut, Kebumen yang memiliki 449 desa menerima Rp 125,84 miliar, Purworejo yang memiliki 469 desa menerima Rp 124,4 miliar, Pati yang memiliki 401 desa memperoleh Rp 110,9 miliar, Klaten yang memiliki 391 desa menerima Rp 108,6 miliar dan Magelang yaan memiliki 367 desa menerima Rp 101,1 miliar.
Sementara kabupaten dengan alokasi bantuan terendah adalah Kudus yang memiliki 123 desa menerima Rp 36,17 miliar dan Sukoharjo yang memiliki 150 desa menerima Rp 43,04 miliar. Meski jumlah yang diterima kabupaten berbeda, namun jika dirata-rata penerimaan per desa hampir sama, kisaran Rp 280-an juta.
Kepala Bapermades Jateng Tavip Supriyanto mengaku belum bisa memastikan kapan dana desa akan cair. Demikian halnya dengan nominalnya. “Di website memang seperti itu. Tapi kami belum berani memastikan apakah nantinya (cair) sesuai dengan data (yang di-upload website). Karena ada ketentuan jika nantinya, nominal akan dikaji ulang,” kata Tavip, Minggu (12/4).
Dilakukan Pendampingan
Dalam pencairannya, semua desa penerima dana harus sudah memiliki rencana pembangunan jangka menengah desa (RPJMDes), rencana kerja pemerintah desa (RKPDes) dan Anggaran Pendapatan Belanja Desa (APBDes). Jika belum memilikinya, maka dana tidak bisa dicairkan.
Dalam penggunaan dana desa nantinya, akan dilakukan pendampingan oleh petugas khusus. Se-Jateng setidaknya dibutuhkan 1.951 pendamping di tingkat desa, kecamatan, dan kabupaten.
Pendamping berfungsi mengawasi penggunaan dana desa mulai dari perencanaan hingga pembuatan pertanggungjawabannya. Secara garis besar, ada empat fungsi pendamping. Pertama pendampingan pemberdayaan, infrastruktur, keuangan dan perguliran dana.
Karena keterbatasan jumlah, satu orang pendamping akan menjalankan tugasnya di tiga sampai empat desa. Disesuaikan dengan jarak antardesa dan sumber daya manusia yang dimiliki. Jumlah desa di Jateng ada 7.809. Di Jateng ada 412 kecamatan, dimana ada dua pendamping yang bertugas per kecamatannya. Sementara sisanya bertugas di tingkat kabupaten yang jumlahnya 29.

Rabu, 15 April 2015

Kunker Komisi D dan A di Gianyar dan Bangli

17.04 - No comments


info muria- Kudus. Kabupaten atau kota di Provinsi Bali tidak hanya maju urusan pariwisata saja, namun juga aspek-aspek lainnya. Mulai dari urusan kebersihan dan keindahan, tata pemerintahan, seni budaya hingga strategi menekan jumlah ledakan penduduk. Terkait hal itu, pekan lalu Komisi D dan A DPRD Kudus ngangsu kawruh ke Kabupaten Gianyar dan Bangli untuk mempelajari lebih dekat strategi dua daerah di Provinsi Bali itu yang dinilai berhasil urusan menekan jumlah ledakan penduduk dan tata pemerintahan yang selaras dengan UU Desa. Seperti apa? Diakui atau tidak, gerakan dua anak cukup terus mengendor usai kejatuhan Orde Baru tahun 1998 lalu. Beragam persoalan baru justru muncul setelah era reformasi. Salah satunya adalah ledakan jumlah penduduk yang kian tak terkendali. Dan hal ini terjadi merata di seluruh wilayah Indonesia.
Ketua Komisi D DPRD Kudus Mukhasiron mengatakan ledakan penduduk memunculkan beragam persoalan baru. Pemerintah mau tak mau harus menyiapkan beragam infrastruktur dan berbagai layanan seiring naiknya jumlah penduduk. Jika hal ini tidak diantisipasi, dikhawatirkan akan memunculkan beragam masalah di kemudian hari. Mulai dari masalah urusan layanan kesehatan, pendidikan, ketenagakerjaan, dan lain sebagainya. Ledakan penduduk juga bisa memicu meningkatnya tindak kriminalitas.
Terkait hal itu, Komisi D pun ngangsu kawruh ke Kabupaten Gianyar Bali. Kabupaten ini termasuk daerah yang berhasil menekan angka ledakan penduduk. Data kependudukan akhir Desember 2014 menunjukkan jika penduduk Kabupaten Gianyar sekitar 527 ribu jiwa. Padahal jumlah penduduk Kudus pada periode yang sama sudah tembus angka 800 ribu jiwa.
"Strateginya apa itu yang kita pelajari. Kudus kabupaten terkecil di Jateng. Sedang Gianyar urutan ketujuh dari sembilan kabupaten atau kota di Bali," kata politis PKB ini kemarin.
Anggota Komisi D lainnya, Mawahib menambahkan selama di Gianyar, pihaknya juga mempelajari lebih dekat urusan progam sanitasi dan air bersih. Sebab Gianyar baru saja diganjar award dari Kemenko Kesra RI karena berhasil dalam bidang tersebut. Sedang di Kabupaten Bangli, khusus ngangsu kawruh bidang kesra.
"Sisi positif penerapan kebijakan beberapa bidang itu bisa kita adopsi untuk diterapkan di Kudus," jelas politisi Golkar ini.
Sementara itu, Ketua Komisi A DPRD Kudus, Mardiyanto mengatakan kabupaten atau kota di Bali maju urusan tata pemerintahan. Mereka juga sudah lebih siap seiring berlakunya UU No 6 tahun 2014 tentang Desa. Di Kudus, hingga kemarin UU Desa belum bisa dijalankan karena terganjal peraturan daerah (perda) terkait hal itu.
Menurut Mardiyanto ada sejumlah imbas seiring belum berjalannya UU Desa tersebut. Salah satunya terkait dengan pemanfaatan tanah bengkok desa.
Selama ini, sebelum lahirnya UU Desa kades hingga perangkat desa mendapat penghasilan dari tanah bengkok desa. Padahal UU Desa mengharuskan bengkok desa dilelang dan hasilnya digunakan untuk membayar penghasilan kades dan perangkatnya.
Namun karena belum ada perda, pemerintah desa tidak berani menggunakan hasil lelang bengkok desa tersebut.
"Sebenarnya perda itu sudah dibahas tinggal pelaksanaan saja. Makanya kita ngangsu kawruh ke Kabupaten Bangli, Bali karena di sana sudah berjalan," jelas Mardiyanto.
Saat menerima rombongan DPRD Kudus, Asisten Bidang Administrasi Pemerintahan dan Kesra Setda Gianyar Cokorda Gde Rai Widiarsa Pemayun mengatakan pihaknya melakukan berbagai pendekatan untuk menekan ledakan penduduk. Kesadaran warga terus digugah agar mau mengerem angka kelahiran. Di Gianyar harga tanah saat ini per meter persegi bisa mencapai puluhan hingga ratusan juta rupiah. Dan hasilnya, warga mau membatasi hingga hanya dua anak saja.
Menurut Widiarsa, warga sebenarnya sudah menyiapkan nama anaknya sesuai urutan kelahiran. Yakni Wayan (anak pertama), Made (anak kedua), Nyoman (anak ketiga) dan Ketut (anak keempat).
"Pendekatan budaya kita prioritaskan. Ini tidak hanya urusan mengerem ledakan penduduk saja. Soal sanitasi juga sama kita maksimalkan peran Subak (semacam perkumpulan petani pengguna air - P3A) di Bali. Kita dapat world heritage dari Unesco juga karena itu," terang Widiarsa.
Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Bangli, Komang Carles yang ditemui terpisah mengatakan jauh-jauh hari daerahnya sudah menerapkan amanat UU Desa. Semisal urusan membiayai gaji kades dan perangkatnya.
APBD Bangli tahun 2015 ini hanya sekitar Rp900 miliar. Meski begitu, Alokasi Dana Desa (ADD) tiap desa di Bangli, rata-rata sudah mencapai Rp600 juta. Selain untuk urusan pembangunan, ADD itu juga digunakan membayar gaji kades dan perangkat.
"Sejak lama kami memang tidak ada bengkok. Ini artinya seiring berlakunya UU Desa kita juga lebih siap," tandasnya.

Komjen Badrodin Jalani Uji Kelayakan Calon Kapolri di DPR

17.01 - No comments


info muria - Jakarta .Tahapan demi tahapan dilalui Komjen Badrodin untuk menduduki kursi Kapolri. Hari ini, Badrodin Haiti akan menjalani uji kelayakan calon Kapolri di komisi III DPR.

"Besok jam 10 fit and proper test (uji kelayakan). Setiap fraksi dan anggota komisi III diberikan kesempatan ajukan pertanyaan kepada calon Kapolri lalu (uji kelayakan) bisa berjalan cepat," kata Wakil Ketua Komisi III DPR Benny Kabur Harman di DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (15/4/2015) kemarin.

Uji kelayakan ini adalah salah satu tahapan yang harus dijalani Badrodin untuk mendapat persetujuan DPR. Setiap fraksi sudah menyiapkan pertanyaan untuk diajukan pada Badrodin terkait visi misi dan beberapa hal penting lainnya. Jika dalam rapat ini seluruh fraksi menyetujuinya sebagai calon kapolri, maka keputusan komisi diajukan ke Badan Musyawarah untuk selanjutnya merumuskan waktu rapat paripurna DPR.

Jika dalam paripurna pengajuan Badrodin sebagai kapolri disetujui, maka DPR akan mengesahkan badrodin sebagai kapolri dan diserahkan pada Presiden Jokowi untuk dilantik.

Sebelumnya komisi III sudah menemui Badrodin di kediamannya di wilayah Jagakarsa dan melakukan pertemuan tertutup. Setelah dari pertemuan, komisi III melakukan rapat pleno terkait uji kelayakan yang akan digelar hari ini.

Dana PUAP Jangan Menguap

16.55 - No comments

info muria- Juwana Pati. Untuk meningkatkan produktivitas pertanian, sebanyak 406 Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) di Kabupaten Pati terima dana bantuan Pengembangan Usaha Agribisnis Pedesaan (PUAP) 100 juta per-Gapoktan
Dalam acara sarasehan Gapoktan Penerima Dana BLM-PUAP se-Kabupaten Pati di Aula Kecamatan Juwana pada Senin siang (30/03), Bupati Haryanto berharap agar para Gapoktan yang telah menerima dana PUAP dari pemerintah tersebut dapat dikembangkan untuk kesejahteraan para petani.
Bupati Haryanto juga menjelaskan bahwa pemberikan dana PUAP kepada Gapoktan ini untuk dikembangkan sesuai kearigan daerah, karena selama ini sektor pertanian dan perkebunan merupakan sektor yang mampu menampung tenaga kerja secara instan dimana para tenaga kerjanya tidak membutuhkan tingkat pendidikan yang tinggi.
“Sektor pertanian dan perkebunan merupakan sektor yang selama ini banyak menyerap tenaga kerja. Untuk terjun dalam bidang pertanian dan perkebunan tidak perlu berpendidikan tinggi dan pemikiran yang rumit langsung bisa menyerap tenaga kerja. Jadi pemerintah bersama dengan TNI dan jajarannya, disini adalah Kodim 0718 selain untuk mengakses tenaga kerja, tujuannya juga untuk mendukung percepatan pencapaian swasembada pangan, khususnya padi, jagung dan kedelai (Pajale).” Kata Bupati.
Bupati Haryanto juga berpesan kepada seluruh peserta sarasehan agar mengelola dana PUAP tersebut dengan baik serta untuk digunakan kegiatan produktif.
“Saya yakin dan percaya kalau bantuan ini dikembangkan sesuai dengan tahapan-tahapan pengelolaan yang sudah ditentukan serta untuk kegiatan ekonomi produktif seperti simpan-pinjam dan LKMA (Lembaga Keuangan Mikro Agribisnis) maka akan dapat berkembang dengan baik. Jangan sampai bantuan PUAP ini hilang huruf depannya menjadi UAP atau menguap tanpa jejak.” Pesan Bupati Haryanto kepada para peserta sarasehan.
Minim keberhasialan
Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Moktar Effendi menjelaskan kalau saat ini Gapoktan di Kabupaten Pati yang dapat mengembangkan kucuran dana PUAP masih minim.
Moktar Effendi menjelaskan bahwa saat ini dari 406 Gapoktan yang menerima dana PUAP tersebut baru 42 Gapoktan yang membentuk LKMA dan dari 42 Gapoktan tersebut ada tiga diantaranya yang berhasil mengembangkan dana tersebut mencapai sekitar 247 juta.
Ketiga Gapoktan tersebut diantaranya adalah Gapoktan Sidomulyo Desa Bremi Kecamatan Gembong yang berhasil mengembangkan dana bantuan PUAP dari 100 juta sekarang menjadi sekitar 247 juta. Selanjutnya adalah Gapoktan Sumber Makmur desa Margorejo Kecamatan Margorejo yang berhasil mengembangkan PUAP menjadi sekitar 200 juta dan Gapoktan Sidorejo desa Sidoarjo Kecamatan Pati kota dengan pengembangan aset mencapai 184 juta. Jelas Moktar Effendi.
Moktar Effendi juga menjelaskan kalau pengembangan PUAP ini diantaranya adalah untuk budidaya dan membantu anggota dalam permodalan. Moktar juga menjelaskan kalau total dana PUAP yang diterima 406 Gapoktan yang nilainya mencapai 4,06 Milyar tersebut pengembangannya hingga saat ini baru mencapai 4,74 Milyar.
Sarasehan yang diikuti Gapoktan dan PPL se-Kabupaten Pati tersebut diharapkan dapat menjadi sarana Gapoktan sebagai lembaga ekonomi petani untuk dapat berkembang menjadi lembaga yang berfungsi sebagai jejaring dan mitra lembaga keuangan dalam memudahkan akses permodalan.
Selain Bupati Pati Haryanto yang didampingi Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Ir. Muhtar Effendi, hadir  juga Komandan Kodim 0718 Pati, Letkol,Inf. Heri Setiyono sebagai nara sumber untuk perserta sarasehan.

Jajaran Pengamanan Total Dukung Festival Kartini 3 2015

16.26 - No comments

Jepara, Ketua Festival Kartini ke-3 tahun 2015 Hadi Priyanto, mengapresiasi dukungan aparat gabungan pada seluruh kegiatan festival Kartini. Polres, Kodim, hingga Satpol PP, menurutnya total memberi dukungan demi kelancaran  Festival Kartini. “Aparat keamanan selalu hadir di setiap acara untuk memberi jaminan kelancaran dan keamanan,” kata Hadi.
            Menurut Hadi, dari sekitar separo kegiatan yang telah dilewati, tidak ada gangguan yang ditemui oleh panitia. Hal itu karena selain kedisiplinan peserta dan pengunjung, juga berkat kesiapsiagaan aparat gabungan yang selalu hadir dalam jumlah memadai. “Salah satu tahap kritis yang paling menguji keamanan festival adalah konser 104  artis dangdut dan Jepara Music Festival akhir pekan lalalu. Padahal kita tahu, tiap penyanyi dan band yang tampil mempunyai fans sendiri-sendiri sehingga tempat acara di alun-alun begitu ramai,” kata Hadi.
            Melihat maksimalnya dukungan aparat keamanan, Hadi optimis dapat melewati seluruh rangkaian acara festival dengan lancar, hingga kegiatan terakhir tanggal 21 April 2015. Dalam waktu tersisa, masih terdapat sejumlah kegiatan berbentuk hiburan yang diperkirakan mengundang massa dalam jumlah besar.
            Pentas wayang kulit dua dalang perempuan serta kethoprak Sang Pamomong yang semuanya digelar di alun-alun diperkirakan akan menyedot massa paling banyak. Digelar Sabtu malam (18/4), wayang yang mementaskan dua dalang perempuan, Ni Kenik Asmorowati dan Paksi Rukwawai akan menghadirkan bintang tamu artis ibukota multitalenta, Endah Laras. Malam berikutnya, kethoprak Sang Pamomong dalam cerita Jepara Kuncoro, akan dipentaskan pelaku seni kethoprak dari kalangan anggota PGRI.
            “Selain itu, ada juga Jepara Carnival Selasa sore (21/4)  jam 14.30 di Jalan Pemuda dengan munutup jalan. Sedangkan malam harinya, (21/4) Jepara Cultural akan mementaskan event budaya tradisional dari berbagai desa ke dalam satu panggung. Seperti perang obor Tegalsambi, festival lampion pesta baratan, lalu Memeden Gadu, sebuah ritual pengusiran hama pertanian yang bisasanya dilakukan petani Desa Kepuk, hingga tari nusantara yang juga akan membuat alun-alun dipadati pengunjung,” lanjut Hadi.
Hadi juga mengapresiasi peran masyarakat Jepara atas dukungannya pada festival ini, baik melalui partisipasi kegiatan maupun menghadiri berbagai even yang dilaksanakan. 

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

E-mail Newsletter

Sign up now to receive breaking news and to hear what's new with our website!

© 2015 Berita Seputar Muria Jawa Tengah. Desain asli oleh Cheap Templates - Desain Ulang oleh Recsell.
back to top